Langsung ke konten utama

POKEMON GO DARI SUDUT PANDANG IMAN KRISTEN

Hari-hari belakangan ini kita mengenal Game baru yang cukup digemari namun juga kontroversial karena cara bermain yang bisa membahayakan para pemainnya yaitu Pokemon Go. Sebagai orang percaya kita tidak anti dengan Games yang ada dalam media namun setiap orang percaya harus teliti apa yang kita mainkan, apakah Game yang kita mainkan sesuai dengan kebenaran dan tidak menyita waktu kita. Ada banyak pendekatan mengenai Game Pokemon Go tapi yang paling tepat apa pandangan Alkitab tentang Pokemon Go.
"Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." (Yoh 10:10)
Tiga agenda iblis adalah mencuri, membunuh dan membinasakan dan hal yang paling mudah bagi iblis untuk masuk dalam manusia adalah Media yang memiliki perkembangan yang cukup signifikan tapi kebenaran Allah akan memerdekakan setiap orang dari keterikatan dosa.
Pokemon berasal dari kata POCKET MONSTER atau dalam bahasa Jepangnya ialah Poketto Monsutta digambarkan sebagai makhluk yang Mempunyai Kekuatan GAIB dan juga Berwujud berbeda dari makhluk pada umumnya. Jumlahnya lebih dari 493 species. Monster = Binatang, Orang,atau Tumbuhan yang bentuk atau rupanya sangat MENYIMPANG dari yang Biasa (KBBI). Allah Tidak Pernah Menciptakan MONSTER . Monster adalah Gambaran dari Iblis (Musuh Tuhan).
"Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga diatas muka air. Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara". (Mzm 74:13-14)
Bhs.Ibr (Tennin), Bhs.Yun (Drakon) (Gambaran dari Iblis)
Pokemon dilatih oleh Pokemon Trainer, maka kekuatannya akan meningkat. Dan peningkatan kekuatan digunakan untuk memenangkan sebuah turnamen. Kekuatan Pokemon ini makin lama akan semakin besar dan dapat menyebabkan terjadinya Evolusi atau perubahan wujud Pokemon tersebut ke sosok baru. Secara umum, Pokemon ini menampilkan bagaimana seorang Pokemon Trainer harus melatih Pokemon nan dimilikinya agar dapat menjadi kuat dan mengalahkan Pokemon Master atau biasa disebut sebagai instruktur terkuat.
Pencipta Animasi dan Game Pokemon : Sathosi Tajiri, lahir pada tanggal 28 Agustus 1965, di Machida, sebuah daerah di pinggiran kota Tokyo, Jepang : Sejak kecil Hobi Berburu Serangga, Kesukaan dengan alam, Usia Remaja Berdebat kepada orang tuanya Mengenai ajaran (Kristen), Mereview Ajaran ajaran orang tuanya (Usia Remaja), Berpikir Konsep Evolusi, Menganggap semua Makhluk bisa Berevolusi dan bisa mempunyai Kekuatan Supranatural, Pokemon dibuat sebagai bentuk Pemberontakan kepada orang tuanya, Anti Christian.
Games Pokemon Go mulai sejak 6 Juli 2016 dengan sistem Augmented Reality (penggabungan dunia nyata dengan dunia maya), sehingga pemain bergerak mengikuti Pokemon Go, GPS On, Poke Stop, Gym (Arena Pertarungan).
Pokemon Go Bertentangan Dengan Iman Kristen:
Unsur Ajaran Evolusi
Evolusi adalah proses perubahan mahluk hidup secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik. Dalam Pokemon Go, Semua Makhluk bisa Berubah Wujud/Bentuk (Berevolusi) Menjadi Monster.
"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun menurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus". (Kol 2:8)
Unsur Praktek OKULTISME
Kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia. Menangkap-memelihara-memberikan kekuatan gaib kepada monster Pokemon untuk bertarung. Praktek okultisme selalu meminta korban maka tidak aneh kalau ada pemain yang masuk jurang, tertabrak mobil dll yang merenggut nyawa pemain. Tidak ada permainan adu fisik dalam Pokemon Go tapi adu imu dengan mantra.
Unsur Mind Control
Deprogramming : Mengacu pada langkah-langkah paksaan untuk memaksa seseorang dalam sebuah sistem kepercayaan yang kontroversial untuk mengubah keyakinan mereka dan meninggalkan kesetiaan kepada kelompok agama, politik, ekonomi, atau sosial yang terkait dengan sistem kepercayaan. Mind Control adalah tujuan daripada Illuminati. Bahaya Umum bermain Pokemon Go: Mencelakakan diri sendiri, Pencurian Data Pribadi/Lokasi Keberadaan kita, Kejahatan Seksual, Perampokan, Pembunuhan.
Programmer Game sangat mengerti kesukaan pasar, permainan akan menarik jika ada petualangan dan reward bagi pemain dalam sebuah permaiann. Kita perlu mewaspadai apa yang sedang terjadi pada zaman akhir ini, iblis terus merasuk dalam hidup kita dengan cara-cara yang nyaman, mudah diterima dan bahkan tidak kita sadari. Orang tua harus tahu apa yang menjadi kesukaan anak sehingga orang tua menjadi sabahat bagi anak dan berikan reward bagi anak-anak kita agar anak merasa nyaman dalam rumahnya sendiri. Jaga anak kita agar menjadi generasi yang baik dan hidup dalam kebenaran Firman Tuhan. Kawal apa yang mereka tonton dan games yang ada dalam gadget mereka. Dan yang paling penting berikan waktu kepada anak agar mereka tidak kesepian dan mempunyai teladan hidup yang baik dari orang tua mereka sehingga pemulihan yang seutuhnya terjadi dalam keluarga kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teratas di Hitung Cepat, Ini Tanggapan Ahok

Jakarta -  Sampai pukul 16.30 WIB, Rabu (15/2), perolehan suara pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mulai stabil di angka 42-43% yang membuat mereka memimpin di atas dua kandidat lainnya. Atas hasil tersebut, Ahok mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih pada pendukungnya, meskipun tidak sesuai keinginan untuk menang langsung satu putaran. "Kita pantas bersyukur dengan hasil yang kita capai," kata Ahok kepada para pendukungnya di posko Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat. "Mengapa? Tiga empat bulan yang lalu ada lembaga survei yang mengatakan Ahok jatuh nomor buncit, Ahok nomor tiga. Bahkan ada lembaga survei yang mengatakan suara kita hanya 10%." Melihat perkembangan hitung cepat, Ahok meyakini pemilihan gubernur ini akan berlanjut ke putaran kedua. "Tapi apa pun yang terjadi, kita sudah pantas bersyukur," kata Ahok, yang mendapat halangan besar di pemilihan ini karena menjadi terdakw...

RENUNGAN SANG SABAT

JANGAN SEPERTI ORANG FARISI *(Mengikuti Lembaga Pancar Pijar Alkitab – Scripture Union di Indonesia, bagian dari The Scripture Union Worldwide Family of National Movement, dengan pemilihan perikop yang seirama dengan kalender gereja dan target menyelesaikan Alkitab dalam waktu delapan tahun.)  Ayat di Alkitab Berbeda dengan dua perumpamaan sebelumnya, tokoh dala perumpamaan ini ada tiga orang: ayah, anak sulung, dan anak bungsu. Diceritakan bahwa si anak bungsu telah melakukan suatu kesalahan besar. Harta keluarga yang dia minta dari ayahnya (12) tidak membuat dia menjadi hartawan abadi. Hidup secara tidak bijaksana di tempat perantauan membuat kekayaannya ludes (13-14). Bahkan untuk mengisi perutnya pun ia merelakan dirinya untuk melakukan pekerjaan hina (15-16). Itulah konsekuensi kesalahannya. Dalam titik terendah itulah, ia menyadari bahwa dirinya tidak berharga lagi. Karena itu, ia bermaksud untuk kembali kepada ayahnya. Ia tak akan menuntut apapun dari ayahnya, ia hany...

Remnants Giant Side Treasure Found In Ancient Iran

Arkeolog in western Iran have discovered a treasure trove of ancient artifacts, including skeletal bones "very tall man" who lived more than 1,500 years ago. Archaeologists who excavated the site in the Iranian province of Lorestan have found a large number of important historical artifacts that come from dating thousands of years ago. The most interesting discovery is the skeleton of a man who is very tall, about two meters, a contemporary of the Sasanian Empire, who ruled from about 224 AD to 651 AD, when conquered by the Caliph of Islam. Archaeologists also found artefacts dating from the days of the Achaemenid Empire, which there are about 550 BC until its destruction at the hands of Alexander the Great in 330 BC, and the Parthian Empire from about 250 BC - 224 AD "In the course of the recent excavation at Chia Sabz region of Lorestan province, we find relics from the time of the Achaemenid Empire," the chief archaeologist Ata Hasanpour told Mehr News ...