Langsung ke konten utama

Nyanyi Memukau di ‘The Voice’, Anak Pendeta Ini Direbutkan Para Juri

Ajang kontes menyanyi ‘The Voice’ banyak menarik perhatian masyarakat karena juri-juri yang dihadirkan sangat berkualitas. Seperti Pharrell Williams, Adam Levine, Christina Aguilera, dan Blake Shelton begitu menggugah para kontestan karena karir mereka yang luar biasa di bidang industry musik.
Seperti yang dipublikasikan youtube ‘The Voice’, Brian Nhira (23) menyanyikan lagu Happy milih Pharrell yang begitu memukau hingga memikat Blake dan Pharrell sendiri. Karena kepiawaiannya bernyanyi, dirinya direbutkan dua juri yang fenomenal ini hingga Pharrell mengakui kehebatan Brian yang dapat menyanyikan lagunya lebih baik dari dirinya sendiri.
"Itu hal yang luar biasa! Pilihan musik yang bijak, aku merasakan ketika kamu bernyanyi kamu menikmatinya. Maksudku, sudah jelas kamu menyanyikan lagu itu jauh lebih baik daripada yang kulakukan. Aku tidak merendahkan diri, dia melakukan sesuatu yang aku tahu aku tidak bisa melakukannya.” Ucap Pharrell.
Pada saat memperkenalkan diri, Brian menyebutkan latar belakangnya yang merupakan anak pendeta dari Zimbabwe, Afrika yang berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya selama enam belas tahun. Dirinya juga aktif melayani di gerejanya sebagai singer dan lagu pertama yang ia nyanyikan adalah “Jesus Loves Me” pada saat umurnya masih empat tahun. 
Ketika Brian diberikan kesempatan untuk menyanyikan lagu itu, ia tentunya tidak melewatkan kesempatannya dan bernyanyi begitu indah hingga memukau para juri dan membuat para penonton memberikan standing ovation. 
Kisah Brian mengingatkan kita bahwa setiap talenta yang Tuhan berikan kepada kita dapat kita gunakan untuk memuliakan nama Tuhan di manapun kita berada. Ketika Brian menyanyikan lagu itu di depan jutaan penonton, nama Yesus di muliakan melalui talentanya. 

Sumber : youtube/thevoice

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pusat Hidup dan Ibadah Kita

Pasal 0-48 mencatat segala sesuatu yang akan digenapi pada zaman baru. Gambaran Bait Allah dalam pasal 40-42 adalah gambaran ideal dalam kehendak Allah, yang mendorong kita untuk menjadikan Dia sebagai pusat hidup dan kita dengan sepenuh hati beribadah kepada Dia.Yehezkiel 40-42, mengungkapkan Bait Allah yang sudah dibangun. Mungkin para pembaca berpikir bahwa Bait Allah dalam bacaan Alkitab hari ini adalah Bait Allah yang didirikan oleh Salomo atau yang didirikan oleh Ezra setelah bangsa Israel kembali pada masa pembuangan. Akan tetapi, sebenarnya tidak ada Bait Allah yang pernah dibangun sesuai dengan uraian pasal 40-42 ini. Apabila kita mengacu kepada urutan logis dari pasal-pasal sebelumnya dan kerangka besar Alkitab, para ahli Alkitab menyatakan bahwa pasal 40-48 merupakan nubuatan tentang zaman baru yang akan digenapi pada masa mendatang. Tampaknya kerangka waktu yang sesuai untuk kesembilan pasal terakhir kitab ini adalah pada akhir zaman.Seperti tertulis di atas, pasal 40-42 me...

Banjir dari Bogor Diprediksi Genangi 12 Wilayah DKI Dini Hari Nanti

Jakarta  - Banjir kiriman dari Bogor diprediksi akan menggenangi 12 wilayah di DKI pada dini hari nanti. Hulu Sungai Ciliwung di Katulampa dalam kondisi kritis, Siaga 2.  Disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, bahwa hari Rabu (15/2/2017) per pukul 16.20 WIB, tinggi muka air Sungai Ciliwung di Katulampa mencapai 150 cm, sehingga membuat status Siaga 2.  Tinggi air muka Sungai Ciliwung ini masih akan bertambah karena di sekitar Depok dan bagian tengah Sungai Ciliwung masih hujan deras sehingga akan menambah debit Sungai Ciliwung.  "Diperkirakan 9 jam setelahnya atau pada Kamis (16/2/2017) pukul 01.20 WIB banjir akan tiba di pintu air Manggarai," demikian disampaikan Sutopo dalam keterangan tertulis hari ini. Diprediksi banjir akan menggenangi permukiman di bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta di wilayah ini: - Srengseng Sawah - Rawajati - Kalibata - Pengadegan - Pejaten Timur - Kebon Baru - B...

Memahami Yahudi Masa Kini Melalui Kitab Ester

Tinjauan Karakteristik (Bagian 3) Oleh Budi Kasmanto Kitab Ester adalah catatan sejarah orang Yahudi yang hidup di pembuangan pada zaman raja Ahasyweros. Di dalamnya termuat penetapan hari raya Purim, yaitu hari kemenangan Yahudi dari musuh-musuhnya, yang hingga kini dirayakan tiap tahun dengan membacakan gulungan kitab ini. Maka, kisah dalam kitab ini bukan sekadar sejarah, tetapi melaluinya dapat diperoleh gambaran karakteristik, yaitu kwalitas atau sifat khas mereka di masa kini, yang membedakan mereka dari bangsa-bangsa lain. Hidup dalam Diaspora Orang Israel mulai hidup di luar tanah kelahiran mereka sejak ditaklukkan oleh Asyur dan Babel. Mereka yang pulang pada zaman raja Koresh dan tinggal di Yudea mengalami penyerakan lagi ketika Kaisar Roma, Vespasian, dan puteranya, Titus, menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah pada tahun 70. Orang-orang Yahudi di kota itu ditawan dan diserakkan ke berbagai penjuru kekaisaran itu. Orang-orang yang tersisa bertumbuh jumlahnya, tetapi k...